Rabu, 09 Februari 2011

Antara Sara dan Setrika

Ketika kita melihat banyak sekali kerusuhan yang terjadi karena adanya hal yang menyinggung Sara (Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan) apa yang kita rasakan? miris? geram? atau biasa aja? 
Mengapa semua itu bisa terjadi? tak lain dan tak bukan karena minimnya pengetahuan kita akan Sara, dan minimnya sikap toleransi yang terjalin diantara mereka.
Saya menganalogikan hal ini dengan kegiatan menyetrika.. 
Ketika kita mengatur suhu yang tepat pada setrika, dan kita menyetrika secara merata, tentu kain yang awalnya kusut akan lurus, licin dan indah. Akan tetapi, apabila kita hanya menyetrika satu tempat saja, tanpa berpindah, pastilah lama-kelamaan kain itu bolong dan gosong.
begitu juga pemahaman kita tentang sara,, bila kita mau terbuka satu sama lain, kita mau menghargai dan bertoleransi dengan suku, agama, ras, dan antar golongan lain, maka keharmonisan diantara kesemuannya pun juga akan terbagi rata, dan akan lebuh indah. Namun, bila kita menutup diri dari orang lain dan hanya terkonsentrasi pada 1 titik saja yaitu pada SARA tertentu maka yang terjadi adalah mereka akan menjadi terlalu picik dan fanatik pada SARA tertentu, sehingga mengakibatkan adanya ketidak  harmonitas diantara mereka.z
Jadi, alangkah baiknya kita menjujung kebinekaan sebagai pedoman dalam menjalin relasi dengan kawan-kawan yang beragam. 
 "menyetrika lah" dengan benar dan pastikan bahwa prinsip pluralisme ataupun multikulturalisme dalam hati kita.




C.G.P.    Amarta










Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO

0 comments:

Posting Komentar