Makna Dibalik Isyarat
C.G.P.Amarta (090903863)
Isyarat atau tanda merupakan perwujudan dari komunikasi nonverbal. Istilah nonverbal biasanya digunakan untuk melukiskan semua peristiwa komunikasi di luar kata-kata terucap dan tertulis. (Mark L. Knapp seperti yang dikutip Dedi Mulyana). Komunikasi nonverbal mencakup semua rangsangan (kecuali rangsangan verbal) dalam suatu setting komunikasi,yang dihasilkan oleh seorang individu dan pengguna lingkungan oleh individu, yang mempunyai nilai pesan potensial bagi pengirim atau penerima, jadi definisi ini mencakup perilaku yang disengaja juga tidak disengaja sebagai bagian dari peristiwa komunikasi secara keseluruhan, kita mengirim banyak pesan nonverbal tanpa menyadari bahwa pesan-pesan tersebut bermakna bagi orang lain. (mulyana 2007:343)
Jenis-jenis komunikasi nonverbal
Komunikasi objek
Komunikasi objek yang paling umum adalah penggunaan pakaian. Orang sering dinilai dari jenis pakaian yang digunakannya, walaupun ini dianggap termasuk salah satu bentuk stereotipe. Misalnya orang sering lebih menyukai orang lain yang cara berpakaiannya menarik. Selain itu, dalam wawancara pekerjaan seseorang yang berpakaian cenderung lebih mudah mendapat pekerjaan daripada yang tidak. Contoh lain dari penggunaan komunikasi objek adalah seragam.
Sentuhan
Haptik adalah bidang yang mempelajari sentuhan sebagai komunikasi nonverbal. Sentuhan dapat termasuk: bersalaman, menggenggam tangan, berciuman, sentuhan di punggung, mengelus-elus, pukulan, dan lain-lain. Masing-masing bentuk komunikasi ini menyampaikan pesan tentang tujuan atau perasaan dari sang penyentuh. Sentuhan juga dapat menyebabkan suatu perasaan pada sang penerima sentuhan, baik positif ataupun negatif.
Kronemik
Kronemik adalah bidang yang mempelajari penggunaan waktu dalam komunikasi nonverbal. Penggunaan waktu dalam komunikasi nonverbal meliputi durasi yang dianggap cocok bagi suatu aktivitas, banyaknya aktivitas yang dianggap patut dilakukan dalam jangka waktu tertentu, serta ketepatan waktu (punctuality).
Gerakan tubuh
Dalam komunikasi nonverbal, kinesik atau gerakan tubuh meliputi kontak mata, ekspresi wajah, isyarat, dan sikap tubuh. Gerakan tubuh biasanya digunakan untuk menggantikan suatu kata atau frase, misalnya mengangguk untuk mengatakan ya; untuk mengilustrasikan atau menjelaskan sesuatu; menunjukkan perasaan, misalnya memukul meja untuk menunjukkan kemarahan; untuk mengatur atau menngendalikan jalannya percakapan; atau untuk melepaskan ketegangan.
Proxemik
Proxemik atau bahasa ruang, yaitu jarak yang Anda gunakan ketika berkomunikasi dengan orang lain, termasuk juga tempat atau lokasi posisi Anda berada. Pengaturan jarak menentukan seberapa jauh atau seberapa dekat tingkat keakraban Anda dengan orang lain, menunjukkan seberapa besar penghargaan, suka atau tidak suka dan perhatian Anda terhadap orang lain, selain itu juga menunjukkan simbol sosial. Dalam ruang personal, dapat dibedakan menjadi 4 ruang interpersonal :
1. Jarak Intim
Meliputi perilaku pada jarak 0-46 cm, yang mulai dari sentuhan hingga mengamati bentuk wajah seseorang.
2. Jarak Personal
Mencakup perilaku pada jarak 46 cm- 1,2 m. Jarak personal termasuk bergandengan tangan hingga menjaga jarak dengan seseorang sejauh panjang lengan (merentangkan tangan).
3. Jarak Sosial
Mencakup perilaku pada jarak 1,2 m-4 m. Jarak sosial menggambarkan banyak percakapan dalam budaya Amerika Serikat.
4. Jarak Publik
Mencakup perilaku pada jarak lebih dari 4 m.
Vokalik
Vokalik atau paralanguage adalah unsur nonverbal dalam suatu ucapan, yaitu cara berbicara. Ilmu yang mempelajari hal ini disebut paralinguistik. Contohnya adalah nada bicara, nada suara, keras atau lemahnya suara, kecepatan berbicara, kualitas suara, intonasi, dan lain-lain. Selain itu, penggunaan suara-suara pengisi seperti "mm", "e", "o", "um", saat berbicara juga tergolong unsur vokalik, dan dalam komunikasi yang baik hal-hal seperti ini harus dihindari.
Lingkungan
Lingkungan juga dapat digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan tertentu. Diantaranya adalah penggunaan ruang, jarak, temperatur, penerangan, dan warna.
Sebuah pengamatan
Setelah melakukan pengamatan terhadap mahasiswa FISIP UAJY ada banyak fenomena nonverbal yang tertangkap dan perlu diungkap. Apa saja dan mengapa hal itu terjadi? Mari kita lihat bersama.
1. Mahasiswa-mahasiswi FISIP UAJY kebanyakan mengekspresikan dirinya sebagai orang-orang yang modis, dengan gaya trend masa kini. Kebanyakan berlomba-lomba untuk menjadi trendsetter atas model fashion terbaru. Tetapi yang terjadi adalah adanya model fashion yang seragam diantara anak-anak FISIP karena semua mengenakan model fashion yang sama.
2. Di dalam kelas, sering terjadi perang dingin diantara mahasiswa dan dosen, sebab terkadang, dosen tidak mendapat respon dari mahasiswa, baik berupa pertanyaan maupun jawaban atau pertanyaan yang diajukan dosen selain sikap dingin yaitu diam. Diam ini bisa diartikan dalam 2 makna, yaitu antara sudah paham dan tidak paham sama sekali.
3. Dalam hal penggunaan waktu, komunikasi juga amat nampak pada kegiatan ke kamar kecil. Mahasiswa biasanya hanya membutuhkan sedikit waktu bila dibandingkan dengan mahasiswi, sebagai bagian dari cara masing-masing makhluk seksual menyatakan diri sebagai laki-laki atau perempuan
4. Mahasiswa dan mahasiswi juga menggunakan lingkungan untuk mengkomunikasikan sesuatu, salah satunya adalah tangga kampus yang sering dijadikan tempat untuk duduk, terutama pada jam pergantian kelas. Mereka berbuat demikian karena memang di FISIP kekurangan sarana untuk duduk menanti pergantian kelas tersebut, karena jumlah mahasiswa yang maba dan wisudawan tidak imbang tiap tahunnya. Apalagi gedung FISIP termasuk sempit bila dibandingkan dengan jumlah mahasiswa yang ada.
5. Tentang keterlambatan. Mahasiswa dan mahasiswi FISIP sebagian besar sudah merasa terbiasa untuk datang terlambat dengan durasi 15 menit setelah kedatangan dosen. Hal ini dikarenakan adanya aturan tersebut, dan ada pula yang memang factor dosrn yang kurang tegas,
6. Kaos oblong, celana robek dan sandal jepit menjadi tren juga dekalangan mahasiswa-mahasiswi sebagai style untuk menerima materi di kelas. Karena dosen tidak begitu ketat memberikan aturan, selain itu kebiasaan mengenakan kaos oblong, sandal jepit ataupun celana robek sudah menjadi tradisi tiap angkatan.
Komunikasi Dunia Nyata Vs Komunikasi Dunia Maya
Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) menetapkan tanggal 11 Mei sebagai Hari Komunikasi Sosial Sedunia dan 17 Mei sebagai Hari Telekomunikasi Sedunia. Hal ini menjadi pertanda bahwa komunikasi merupakan hal yang penting di dunia. Komunikasi saat ini telah mengalami perkembangan yang amat pesat. Tak hanya terbatas oleh pertemuan langsung secara tatap muka di dunia nyata melainkan juga pertemuan di dunia maya melalui internet.
Dalam komunikasi tatap muka, komunikasi bisa dilakukan secara interpersonal maupun secara masal. Tapi kita akan menyoroti model komunikasi interpersonal. Komunikasi interpersonal adalah interaksi tatap muka antar dua atau beberapa orang, di mana pengirim dapat menyampaikan pesan secara langsung dan penerima pesan dapat menerima dan menaggapi secara langsung pula (Hardjana 2003:85) Melalui komunikasi interpersonal kita dapat mengetahui banyak hal tentang orang lain secara lebih mendalam. Kita bisa belajar banyak hal tentang diri sendiri melalui orang lain. Bisa berbagi pengalaman yang bisa digunakan untuk menjalani kehidupan. Bisa melatih kepekaan dan rasa empati. Bisa saling menolong, menguatkan dan saling membangun. Dalam komunikasi tatap muka juga dimungkinkan terjadi sentuhan yang mampu menguatkan ataupun melemahkan. Melalui komunikasi tatap muka kita juga bisa membangun konsep diri yang lebih positif.
Selain komunikasi secara langsung dan tatap muka ada cara lain yang tengah berkembang saat ini yaitu internet. Internet merupakan hubungan antar berbagai jenis komputer dan jaringan di dunia yang berbeda sistem operasi maupun aplikasinya di mana hubungan tersebut memanfaatkan kemajuan media komunikasi (telepon dan satelit) yang menggunakan protokol standar dalam berkomunikasi yaitu protokol TCP/IP yang berisikan informasi dan sebagai sarana komunikasi data yang berupa suara, gambar, video dan juga teks.
Dunia dewasa ini menjadi semakin terhubung (interconnected) satu dengan lainnya. Dengan kata lain kita dapat menggunakan telepon genggam untuk menghubungi teman yang berada dibelahan dunia lain. Kita dapat menonton siaran langsung pertandingan bola piala dunia yang berlangsung di benua lain. Atau bahkan kita dapat berinvestasi dalam ekonomi dunia karena pasar modal di Tokyo, London dan New York terhubung secara elektronis selama 24 jam sehari. Keterhubungan inilah yang disebut Interconnected Network atau lebih popular dengan sebutan internet.
Satu hal terbesar tentang internet adalah bahwa tak seorangpun yang benar-benar memilikinya. Internet adalah kumpulan global dari orang-orang dan jaringan komputer besar dan kecil, dimana semuanya tersambung oleh ribuan kilometer kabel dan line telepon yang semuanya dapat saling berkomunikasi. Beberapa fungsi internet antara lain: menemukan dan mengakses informasi, kursus/sekolah jarak jauh, saling bertukar informasi dengan rekan bisnis dan hobi, atau mendapatkan pekerjaan secara on-line dan lainnya.
Melalui dunia maya, kita bisa secara bebas mengungkapkan perasaan maupun pikiran kita. Bisa karena merasa memiliki ruang/ bilik yang seolah-olah milik pribadi ataupun karena lebih percaya diri bila mengungkapkan perasaanny tanpa harus berhadapan dengan orang lain. Dalam hal ini para pengguna internet cenderung menjadi lebih individualis dan terlalu terbuka tentang pribadinya pada semua orang di internet. Maka sebuah control diri, baik melalui diri sendiri maupun control dari pihal luar.
Komunikasi melalui media memang amat beragam, mulai dari yang berupa teks maupun yang berupa video dan audio hingga komunikasi yang terjalin terkesan nyata, dan sangat berguna bagi komunikasi jarak jauh sebab dirasa effektif. Akan tetapi, dalam komunikasi media ada aspek emosional yang tak tergantikan bila dibandingkan saat kita melalui komunikasi tatap muka secara langsung, yaitu sentuhan dan kesan secara langsung (aroma, aura, dll).
Daftar Pustaka:
Mulyana, Deddy. 2007.Ilmu Komnikasi - Suatu Pengantar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Griffin, Emory A. 2003. A First Look at Communication Theory. Singapore: McGraw-Hill Book Companies.
Hardjana, Agus H.2003. Komunikasi Interpersonal dan Intrapersonal. Yogyakarta: Kanisius
Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO
