Minggu, 28 November 2010

Merenung bersama Merapi

ketika tiba-tiba gunung itu bergejogak dan menggetarkan bumi,,
awan panas menggeliat menggulung-gulung menyapu hingga lereng perbukitan..
murkakah Tuhan atas kita?
ketika banyak korban terkapar berlumur abu,,
tanaman layu...
ternak kaku...

lalu apalah aku...
aku bukanlah bagian dari korban,
apalagi bagian dari ternak dan tanaman,,
aku hanya manusia egois yang sok-sokan mencari sisi kemanusiaannya...

aku hanya mencoba untuk empati,, aku mencoba untuk peduli...

bersama merapi aku berefleksi...
bahwa terkadang kita harus menyendiri untuk melakukan reparasi diri...
menyendiri dan sengaja membumbungkan awan ke langit,
menengadahkan diri pada hakekat tertinggi..

manusia pun begitu...
kita memang harus meluangkan waktu untuk bersujud pada Ilahi
kita terkadang lupa dan terlena oleh pesona duniawi
sehingga tak lagi merendahkan diri

tergerakkah hati kita
dan menjadi lebih peka?
atau kita tetap menutup diri dan enggan untuk peduli?
sadarlah kawan dan rasakanlah getar hatimu
jawablah kerinduanmu dan sandarkanlah hatimu pada Penghuni Kalbu

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO

0 comments:

Posting Komentar